Untuk Aku, Kamu dan Kita
Ada satu hari dimana, kita berpikir. Apa yang telah kita lalui selama ini, ternyata mampu melampaui apa yang selama ini tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Telah banyak waktu dan pikiran yang kita korbankan, bahkan banyak pula menghabiskan air mata dan kekesalan yang pada akhirnya tak kuat tuk kita tahan. Terkadang, terpaksa kita luapkan hanya untuk membuat rasa lega pada diri ini. Sakit hati pun tak luput dari semua itu. Antara cibiran, makian, dan sindiran akan silih berganti hadir dalam setiap jengkal perjalanan kita.
Sakit hati? Stres? Kecewa? Tidak puas? Sedih? Itu semua yang sering kita rasakan, layaknya udara yang selalu ada dimana-mana. Semua itu memang akan selalu hadir dalam setiap langkah kita. Hanya tinggal kita saja yang memilih. Ingin larut dalam hal tersebut atau bangkit menatap hari esok yang masih menawarkan banyak kesempatan dan berbagai kemungkinan.
Namun pada akhirnya, kita berada pada satu titik dimana perjuangan yang selama ini kita jalani dan lalui, perjalanan yang menghabiskan banyak waktu, pikiran, perasaan dan tenaga. Yang rasanya, kadang membuat kita pesimis dengan hasil yang akan kita dapatkan nantinya. Tak jarang, kita pasrah dengan keadaan. Menyerah dengan kenyataan. Bahkan, membenci hal yang ada dihadapan. Namun, pada akhirnya kita berada di satu titik, dimana kita dihadapkan dengan hasil yang berada diluar dari nalar kita. Ternyata, perjuangan kita selama ini menghasilkan sesuatu hal yang bahkan membuat kita tidak percaya. Bagi sebagian orang, mungkin perjuangan mereka selama ini serasa terbayar lunas. Bahkan, apa yang mereka inginkan terkadang malah lebih dari ekspektasi mereka.
Namun, bagi sebagian orang lainnya tidak. Tak jarang apa yang kita dapatkan, tak sesuai dengan ekspektasi kita. Ditambah, kita malah mendapatkan apa yang selama ini tidak kita harapkan. Tentu, itu terasa pahit bagi kita.
Namun, bagi sebagian orang lainnya tidak. Tak jarang apa yang kita dapatkan, tak sesuai dengan ekspektasi kita. Ditambah, kita malah mendapatkan apa yang selama ini tidak kita harapkan. Tentu, itu terasa pahit bagi kita.
Tapi sebentar, kita kembali berpikir. Kita kembali menelaah keadaan. Bahwa, ternyata dibalik itu. Ada banyak hal positif untuk kita. Ada banyak kebaikan didalamnya. Untuk perkembangan diri kita. Untuk keluarga kita. Untuk orang-orang terdekat kita. Karena terkadang, kita hanya memikirkan kepentingan diri kita saja, tanpa sadar bahwa ternyata masih banyak hal yang membutuhkan keterlibatan diri kita dan sumbangsih kita. Bahwa ternyata, terkadang ada sisi dimana kehadiran kita berharga bagi potongan bagian hidup orang lain.
Maka, berdamailah dengan diri kita hari ini. Disaat terlalu banyak manis dan pahit kehidupan yang kita rasakan. Yakinlah, setiap langkah yang sudah kita lalui, pasti akan memiliki sebuah makna dibaliknya. Sebuah arti, untuk melengkapi perjalanan hidup ini. Yang membutuhkan banyak warna-warni rona kehidupan. Bukankah sebuah pelangi terlihat indah saat banyak warna yang saling melengkapi? Dan yakinlah, hari esok masih menyimpan sejuta kesempatan. Untuk memperbaiki diri dan untuk mendapatkan apa yang selama ini ingin kita cari.






Semangat hidup, terus menuju lebih baik, saat ini sukses, saat ini kaya, dan terus bisa menyukseskan, mengayakan
ReplyDeleteMaju terus pantang mundur
ReplyDeleteMelangkah kedepan, mengubah pola pikir yang masih terbelakang.
ReplyDeleteApakah ini lbh ke suatu hubungan pribadi? Maaf ya kalo slh mengartikan... Krn ga semua org bs mendptkan apa yg dia mau...brngkli mmg btl , ada yg lbh indh dibalik semua pengorbanan
ReplyDeleteTetap semangat jangan mudah menyerah,
ReplyDeleteJgn lupa kunjungi juga blog saya gan .
semngat terus gan, pantang menyerah...
ReplyDeletejangan lupa kunjungi juga ya
https://looperday.blgogspot.com
Baca Juga: 60 Kisah Sahabat Nabi
ReplyDeletebagus bang
ReplyDelete